Qurban Aqiqah
Qurban Aqiqah penjelasan lengkap
Bagaimana Qurban Aqiqah dari berbagai aspek
Menggabungkan Qurban dan Aqiqah
Bolehkah menggabungkan qurban dengan aqiqah? Ada dua pendapat ulama mengenai hal ini yaitu :
- Qurban mewakili Aqiqah
- Qurban tidak mewakili Aqiqah
Penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut dibawah ini:
1.Qurban mewakili Aqiqah
Maksud Qurban Aqiqah saling mewakili ini adalah boleh menggabungkan qurban sekaligus aqiqah dalam satu sembelihan, Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya dari al-Hasan berkata ” Apabila mereka menyembelih hewan qurban untuk anak, maka itu sudah mewakili aqiqah” Diriwayatkan juga oleh Abdurrazaq dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/244
Ulama yang membolehkan penggabungan qurban dan aqiqah ini berpendapat bahwa qurban aqiqah digabungkan menyerupai sholat Jumat dan Sholat Hari Raya yang digabungkan apabila hari raya bertepatan pada hari Jumat.
2.Qurban tidak mewakili Aqiqah
Pendapat ini dari ulama yang bermazhab Maliki, Syafi’i dan Imam Ahmad. Dasarnya adalah bahwa Qurban Aqiqah memiliki syariatnya sendiri yang berbeda, jadi tidak bisa digabungkan dan tidak bisa saling mewakili. Qurban Aqiqah berbeda, Qurban adalah tebusan jiwa, sementara Aqiqah adalah tebusan anak.
Perbedaan Qurban Aqiqah
Apa sih perbedaan dari qurban aqiqah ini? Berikut penjelasannya:
1. Perbedaan Tujuan
Perbedaan qurban dan aqiqah yang pertama terletak pada tujuannya. Tujuan berqurban adalah untuk mengikuti atau memperingati peristiwa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS yang akan mengqurbankan anaknya karena diminta oleh Alloh. Sementara tujuan aqiqah adalah sebagai penebus orang tua terhadap lahirnya seorang bayi mereka.
2. Perbedaan Penerima Daging
Daging qurban hanya diperkenankan untuk dibagikan kepada mereka yang tergolong fakir dan miskin. Sedangkan daging aqiqah boleh dibagikan kepada siapa saja. Akan tetapi, pemberian daging aqiqah pada mereka yang fakir dan miskin adalah lebih utama.
3. Perbedaan Wujud Daging
Daging qurban dibagikan ketika dalam keadaan mentah, sedangkan daging aqiqah dapat dibagikan dalam keadaan telah dimasak.
4. Perbedaan Waktu dan Jumlah Pelaksanaan
Qurban dapat dilakukan pada bulan Djulhijah tepatnya pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Djulhijah. Qurban pun dapat ditunaikan setiap tahun bagi mereka yang memiliki keikhlasan dan kemampuan materi. Sedangkan aqiqah hanya dilakukan sekali seumur hidup, tepatnya pada hari ke 7, 14 atau 21 atau kapan saja setelah bayi lahir.
5. Perbedaan Jenis Hewan
Saat qurban, hewan yang boleh disembelih adalah semua hewan berkaki empat yang halal dagingnya, seperti sapi, kerbau, domba, rusa, onta, dan lain sebagainya. Sedangkan hewan yang boleh disembelih saat aqiqah hanyalah domba.
6. Perbedaan Aturan Jumlah Hewan
Perbedaan qurban dan aqiqah selanjutnya terletak pada aturan jumlah hewan yang disembelih. Pada saat qurban, seseorang dapat menyembelih 1 ekor domba untuk qurban dirinya sendiri, sedangkan jika yang disembelih adalah hewan besar seperti sapi, unta, atau kerbau, maka qurban dapat diatas namakan oleh 7 orang. Berbeda dengan qurban, aturan aqiqah adalah satu ekor domba untuk penebusan bayi perempuan dan 2 ekor domba untuk penebusan seorang bayi laki-laki.
7. Perbedaan Upah Penyembelihan
Seseorang yang menyembelih hewan qurban tidak diperkenankan meminta upah atas pekerjaannya. Sedangkan penyembelih hewan yang diaqiqah boleh meminta atau menerima upah.
Keutamaan Qurban
Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)
Hadits zaid ibn Arqam, Ia berkata: “Wahai Rasulullah ﷺ, apakah qurban itu?”, Rasulullah ﷺ menjawab: “Qurban adalah sunahnya Bapak kalian, nabi Ibrahim as.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami peroleh dengan Qurban itu?” Rasulullah ﷺmenjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Bagaimana dengan bulu-bulunya?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)
1. Menjaga Fitrahnya tetap Suci
Firman Allah: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan” QS. Asy Syam (91):8, Seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memperoleh keimanan yang sejati, bila kecintaannya kepada dunia mengalahkan kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasulnya.
2. Menguji Tingkat Ketaqwaan
Allah SWT berfiman: “……..adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…”QS Albaqarah (2):165. Jadi, Qurban yang makna dasarnya persembahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu merupakan upaya untuk menggapai kasih sayang-Nya.
3. Memotivasi diri untuk memiliki harta dengan berkerja keras
Nabi Muhammad ﷺ sangat mengecam umatnya yang telah mampu berqurban, tetapi enggan untuk menunaikannya, hal ini tergambar dalam sabdanya: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).
4. Berjiwa Sosial untuk berbagi dengan sesama
Dengan Syariat Qurban ini, kaum muslimin dilatih untuk meningkatkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya. Setiap muslim harus memiliki rasa perhatian, kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antara sesama.
copyright @ qurban aqiqah
CEK JUGA
- Harga Domba Qurban Bandung 2017
- Jual Domba Qurban Bandung
- Kambing untuk Aqiqah di Bandung
- Aqiqah Cibiru
- Sentra Aqiqah Cimahi
- Dapur Aqiqah Cimahi
- Dapur Aqiqah Bandung
- Harga Aqiqah Bandung
- Bandung Aqiqah
5 responses to “Qurban Aqiqah”
[…] Qurban Aqiqah […]
[…] Qurban Aqiqah […]
[…] Qurban Aqiqah […]
[…] Qurban Aqiqah […]
[…] Qurban Aqiqah […]