Hikmah Aqiqah

Hikmah Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

 

Hikmah Aqiqah Sunah Nabi

 

Hikmah Aqiqah

Hikmah Aqiqah : Persaudaraan

Aqiqah utamanya adalah merupakan rasa syukur kita untuk kelahiran sang buah hati kedunia. Adapun hikmah aqiqah dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Aqiqah sebagai ungkapan rasa syukur dengan telah dianugerahkannya anak dan karunia kepada
    kita, yang merupakan nikmat yang telah diberikan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى
  • Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى pada masa awal ia menghirup udara kehidupan.
  • Aqiqah adalah tebusan bagi ana dari berbagai musibah, sebagaimana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى terlah menebus Nabi Ismail عليه السلام dengan hewan sembelihan yang gemuk.
  • Aqiqah merupakan rasa syukur atas keberhasilan melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya generasi mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah ﷺ pada hari kiamat..
  • Aqiqah mempererat tali persaudaraan diantara sesama anggota masyarakat, dalam hal ini aqiqah bisa menjadi semacam wahana bagi berlangsungnya komunikasi dan interaksi sosial yang hangat. Aqiqah juga menjadi sarana mempererat dan menguatkan tali silahturahmi baik diantara keluarga,
    tetangga, saudara maupun bagi kerabat dan juga sahabat.
Hikmah Aqiqah

Hikmah Aqiqah

 

Info dan Pemesanan Hubungi

Pusat Paket Aqiqah Murah

HOTLINE/ WhatsApp/Line/Telegram: 081809465516
Simpati/Hallo/As : 081322200591
Indosat/Mentari/IM3 : 085794255272

 

 

Pengertian Aqiqah

Aqiqah artinya menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa, aqiqah berarti pemotongan. Hukumnya sunnah mu’akkadah bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ : “Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh aqiqahnya. Maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama”. (Hadis Riwayat Ashabussunah). Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang aqiqah. Beliau bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

 

Rasulullah ﷺ : “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (Hadis Riwayat Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

 

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: “Nabi ﷺ  memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor.” (Hadis sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)

 

Dari Aisyah رضي الله عنه berkata, yang artinya: “Nabi ﷺ  memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi)

 

Waktu Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (Hadis Riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

 

Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak bisa, maka pada hari ke dua puluh satu, ini berdasarkan hadis Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi ﷺ, beliau berkata yang artinya: “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluh satu.” (Hadis hasan riwayat Al Baihaqiy)

 

Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu, karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunnah dan paling utama bukan wajib. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh.

 

Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya.

 

Aqiqah merupakan syari’at yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut say. والله أعلم.

 

Info dan Pemesanan Hubungi

Pusat Paket Aqiqah Murah

HOTLINE/ WhatsApp/Line/Telegram: 081809465516
Simpati/Hallo/As : 081322200591
Indosat/Mentari/IM3 : 085794255272

 

 

copyright @ hikmah aqiqah

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *